Ini Dia Puisi Karya Amir Hamzah

 Puisi

Amir Hamzah adalah sebuah nama yang tak asing di telinga penikmat sastra, Amir mulai menulis puisi saat masih remaja. Walaupun banyak karya-karyanya tidak bertanggal, namun yang paling awal diperkirakan telah ditulis ketika ia pertama kali melakukan perjalanan ke Jawa. Puisi yang ia buat adalah puisi yang menggambarkan pengaruh dari budaya Melayu aslinya, Islam, Kekristenan, dan Sastra Timur. Selama hidup Amir telah menulis 50 puisi, 18 buah puisi prosa, dan berbagai karya lainnya, termasuk beberapa hasil terjemahan. Bahkan pada tahun 1932 ia turut mendirikan majalah sastra Poedjangga Baroe, hanya saja setelah ia kembali ke Sumatera, kemudian ia berhenti menulis. Memang sebagian besar puisi-puisinya telah diterbitkan dalam dua koleksi, yakni Njanji Soenji (EYD: “Nyanyi Sunyi”, 1937) dan Boeah Rindoe (EYD: “Buah Rindu”, 1941), pada awalnya dalam Poedjangga Baroe, lalu kemudian sebagai buku yang diterbitkan secara mandiri. Puisi-puisi karya Amir sarat dengan tema cinta dan agama, dan pada setiap puisinya sering mencerminkan konflik batin yang sangat mendalam. Memang pada diksi pilihannya yang menggunakan kata-kata bahasa Melayu dan bahasa Jawa dan juga memperluas struktur tradisional, pemilihan diksi tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan untuk ritme dan metrum, dan juga simbolisme yang berhubungan dengan istilah-istilah tertentu. Ini Dia Puisi Karya Amir Hamzah untuk membuat anda lebih memahami maksud penjelasan tersebut.

10 puisi amir hamzah

Karya-karya awalnya berhubungan dengan rasa rindu dan cinta, baik erotis dan ideal, sedangkan karya-karyanya selanjutnya mempunyai makna yang lebih religius. Dari dua koleksinya, Nyanyi Sunyi umumnya dianggap lebih maju. Untuk puisi-puisinya, Amir telah disebut sebagai “Raja Penyair Zaman Poedjangga Baroe” (EYD:”Raja Penyair Zaman Pujangga Baru”) dan satu-satunya penyair Indonesia berkelas internasional dari era pra-Revolusi Nasional Indonesia. Tengkoe Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera, atau lebih dikenal hanya dengan nama pena Amir Hamzah ini terlahir 28 Februari 1911, Kabupaten Langkat. Kemudian dikenal sebagai sastrawan Indonesia angkatan Poedjangga Baroe dan Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau meninggal pada tanggal 20 Maret 1946, Kwala Begumit, Binjai, Langkat. Nah, Ini Dia Puisi Karya Amir Hamzah.

Revolusi sosial yang digadang-gadang PKI menjebloskan Amir Hamzah ke penjara, karena ia merupakan seorang Bupati di Sumatera dan melakukan banyak tindakan politik yang tak sesuai dengan misi PKI. Di penjara ia diperlakukan tak adil dan seperti hewan. Hingga pada pagi hari 20 Maret 1946, akhirnya Amir tewas dengan 26 orang tahanan lainnya dan dimakamkan di sebuah kuburan massal yang telah digali jauh hari sebelumnya oleh tahanan-tahanan tesebut. Akhirnya setelah dilumpuhkan oleh pasukan nasionalis, maka pemimpin revolusi tersebut diinterogasi oleh tim yang dipimpin oleh Adnan Kapau Gani. Bahkan Adnan dilaporkan telah berulang kali menanyakan “Dimana Amir Hamzah?” pada tersangka selama penyelidikan berlangsung. Akhirnya tahun 1948 sebuah makam di Kwala Begumit digali dan setelah itu jenazah yang ditemukan diidentifikasi oleh anggota keluarga. Berkat gigi palsu yang hilang akhirnya tulang belulang Amir ditemukan. Lantas pada November 1949 jenazahnya dikuburkan di Masjid Azizi di Tanjung Pura, Langkat. Kemudian atas jasa-jasanya, Amir Hamzah diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 106/ tahun 1975, tanggal 3 November 1975. Untuk mengenangnya Ini Dia Puisi Karya Amir Hamzah. 

baca juga artikel tentang puisi buat mantan, puisi untuk mantan

Author: 

Related Posts