Ini Dia Puisi Bintang Alam Semesta

 Puisi

Alam semesta itu sangat luas lho, bahkan bumi yang begini luasnya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan semesta alam. Untuk menghilangkan kepenasaran, yuk kita melakkan simulasi perjalanan di alam semesta dengan perumpamaan berangkat dari planet bumi tempat kita tinggal ini. Nah, untuk memudahkan penghitungannya, maka ayo kita buat asumsi bahwa perjalanan kita ini dimulai pada tanggal 1 Januari dengan kecepatan cahaya, yakni 186.000 mil/detik ( atau sama dengan 223.200 km/detiknya). Nah, kemudian sebagai perbandingannya, hitungan ukuran diameter planet bumi adalah sebesar 12.756 km. Jadi, dalam satu detik yang kita habiskan untuk melesat melakukan perjalanan, itu hitungannya sama dengan kurang lebih tujuh belas kali lebih kita menembus bumi. Bayangkan saja, tujuh belas kali! Jika kurang paham perhitungannya, satu kali bunyi jarum detik di jam dinding kita, maka kita sudah melesat 17 lebih menembus bumi. Kemudian dalam waktu delapan menit lebih sembilan belas detik itu kita sudah melewati perjalanan menuju Planet Venus dari bumi, yakni 93.000.000 mil (111,6 juta km). Mendengar jumlahnya saja sudah membuat bulu kuduk merinding ya? Sungguh luas alam semesta ini, maka tak heran jika muncul berbagai macam karya sastra yang menunjukkan kedahsyatan semesta alam yang luas ini. Salah satu contohnya, Ini Dia Puisi Bintang Alam Semesta, tentang kemegahan alam semesta, luasnya, dan berbagai karya Tuhan lain di dalam semesta ini.

Puisi_Di Sudut Semesta

Masih penasaran dengan luasnya alam semesta? Mari adakan perjalanan semesta lagi, setelah mengadakan perjalanan semesta selama 5 jam, 31 menit, maka perjalanan kita telah melewati Planet Pluto dan kedua bulannya lho. Maka bisa dihitung bahwa jarak perjalanan kita dari bumi itu sudah mencapai 3,5 milyar mil atau sama dengan 4,2 milyar km. Sejauh itu hitungannya sudah keluar dari batas luar sistem tata surya kita, dan itu belum dalam hitungan satu hari karena kita masih di tanggal 1 Januari. Bayangkan hanya lima jam lebih sedikit, tapi sudah mengadakan perjalanan yang jaraknya sejauh empat milyar kilometer! Tak hanya sebatas itu, kemudian perjalanan kita mulai menuju galaksi dan kita bisa melihat bahwa di belakang kita ada sembilan planet dan juga matahari sudah menghilang dari pandangan, alias sudah tidak kelihatan. Sembilan planet dan matahari itu terlihat sama dengan setitik debu yang jauh dari mata kita lho! Saking jauhnya perjalanan yang telah kita lalui. Bayangkan saja matahari yang ukurannya puluhan kali lipat planet bumi bisa terlihat bagai satu titik kecil saja di mata kita. Ini Dia Puisi Bintang Alam Semesta yang menunjukkan bahwa manusia sangat takjub dengan kreasi Tuhan ini.

Bayangkan betapa luasnya semesta raya ini? Bayangkan betapa luasnya semesta yang Tuhan ciptakan, mungkinkah ada makhuk lain yang Tuhan ciptakan di sisi lain semesta? Banyak orang yang sudah mempertanyakan ini dan bertanya-tanya mengenai makhluk selain manusia yang diciptakan Tuhan. Manusia menyebut makhluk luar angkasa yang tak berasal dari bumi itu dengan sebutan alien. Banyak pula yang telah menciptakan kisah-kisah fiksi mengenai si alien ini, tentu saja dengan kisah-kisah yang berdasarkan khayalan manusia itu sendiri, alias belum ada bukti nyatanya. Tak heran pula jika kemudian ada banyak puisi tentang alam semesta dan semua rahasianya. Ini Dia Puisi Bintang Alam Semesta yang menjadi salah satu contohnya dan menjadikan anda manusia yang semakin sadar atas kebesaran Tuhan.

baca juga artikel tentang puisi selamat malam, puisi selamat tidur

Author: 

Related Posts